Subnetting Jaringan Adalah Pembagian suatu kelompok alamat IP menjadi beberapa network dengan jumlah anggota jaringan yang lebih kecil.
Tujuan dalam melakukan subnetting jaringan adalah :
- Membagi suatu kelas network netwok atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
- Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
- Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
- Penggunaan IP Address yang lebih efisien.
CARA MENGHITUNG SUBNETTING
I.
Perhitungan pertama
Contoh soal :
A: IP 10.0.0.0 harus dibagi menjadi 50 subnet
Langkah 1 :
128
64 32
16
8
4 2
1
Dari 2 hingga 32 berjumlah 63 yang melebihi 50, karena ingin memecah
menjadi 50 subnet maka tidak masalah jika lebih dari 50.
Langkah 2 :
128
64
32
16
8 4
2 1
Dari 4 hingga 128 semuanya berjumlah 252, disini kita tentukan subnet
mask/broadcast zero (IP yang paling akhir), fungsinya adalah menyebarkan paket
data.
Langkah 3 :
Ambil angka terkecil dari penentuan broadcast zero diatas, angka
terkecilnya adalah 4, maka untuk pemecahan IP menjadi 50 subnet digunakan
kelipatan angka 4.
10.0.0.0 Ã subnet zero
10.4.0.0
10.8.0.0.
10.252.0.0
Antara subnet 10.0.0.0 sampai subnet 10.252.0.0 berjumlah 63.
II. CIDR (Classless Inter Domain routing)
128
|
192
|
224
|
240
|
248
|
252
|
254
|
255
|
128
|
64
|
32
|
16
|
8
|
4
|
2
|
1
|
A : /8
B : /16
C : /24
Contoh soal :
IP 198.0.0.1/26 dibuat sebanyak 16 subnet
IP diatas merupakan golongan kelas C, maka dibagi 24
Range = 32
Broadcast submask = 255.255.224.224
198.0.0.1 Ã subnet zero
198.0.0.33
198.0.0.65
Maka kelipatan 32 yang akan jadi patokan pemecahan untuk subnet-subnet
karena rangenya 32.
III. 2n-2
Rumus:
Subnet = 2x-2
x : jumlah bit 1.
Host = 2y-2
y : jumlah bit 0
subnetmask yang bias digunakan untuk melakukan perhitungan subnetting
Contoh Kasus:
Subnetting apa yang terjadi pada sebuah network address 192.168.1.0/26?
Analisa : 192.168.1.0 berarti kelas C dengan submask /26 berarti:
11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192). Perhitungan :
Pertanyaan akan berpusat di 4 hal, Jumlah subnet, Jumlah host per subnet ,
Blok Subnet, Alamat host dan Broadcast yang valid. Selesaikan dengan urutan seperti itu :
1. Jumlah Subnet = 2x , dimana x adalah banyaknya binary 1 pada
octet terkhir subnetmask
(2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi
jumlah subnet
adalah 22 = 4 subnet.
2. Jumlah Host per Subnet = 2y -2 , dimana y adalah kebalikan dari x
yaitu banyaknya
binary 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26
– 2 = 62 host.
3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnetmask) = 64.
Subnet berikutnya
adalah 64+64=128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0,64,128,192.
4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid ? Buatlah
tabel untuk lebih
jelas! Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka subnet, dan broadcast
adalah 1 angka
sebelum subnet berikutnya.
Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di
bawah.







Comments