sponsor

sponsor

Slider

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

About me

Entri yang Diunggulkan

PENGERTIAN & FUNGSI 7 ISO LAYER

  OPEN SYSTEM INTERCONNECTION (OSI) I. PENGERTIAN Masalah utama dalam komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda adalah...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Total Pageviews

Facebook

Advertise

Translate

Most Popular

Popular Posts

Recent Tube

Business

Technology

Life & style

Games

Sports

Fashion

» »Unlabelled » Subnetting


Subnetting Jaringan Adalah Pembagian suatu kelompok alamat IP menjadi beberapa network dengan jumlah anggota jaringan yang lebih kecil.

Tujuan dalam melakukan subnetting jaringan adalah :
  • Membagi suatu kelas network netwok atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
  • Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
  • Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
  • Penggunaan IP Address yang lebih efisien.
CARA MENGHITUNG SUBNETTING


I.                    Perhitungan pertama

Contoh soal :

A: IP 10.0.0.0 harus dibagi menjadi 50 subnet
Langkah 1 :
128      64        32        16        8          4          2          1
Dari 2 hingga 32 berjumlah 63 yang melebihi 50, karena ingin memecah menjadi 50 subnet maka tidak masalah jika lebih dari 50.
Langkah 2 :
128      64        32        16        8          4          2          1
Dari 4 hingga 128 semuanya berjumlah 252, disini kita tentukan subnet mask/broadcast zero (IP yang paling akhir), fungsinya adalah menyebarkan paket data.
Langkah 3 :
Ambil angka terkecil dari penentuan broadcast zero diatas, angka terkecilnya adalah 4, maka untuk pemecahan IP menjadi 50 subnet digunakan kelipatan angka 4.
10.0.0.0 à subnet zero
10.4.0.0
10.8.0.0.
10.252.0.0
Antara subnet 10.0.0.0 sampai subnet 10.252.0.0 berjumlah 63.


II. CIDR (Classless Inter Domain routing)
128
192
224
240
248
252
254
255
128
64
32
16
8
4
2
1


A : /8

B : /16

C : /24
Contoh soal :
IP 198.0.0.1/26 dibuat sebanyak 16 subnet
IP diatas merupakan golongan kelas C, maka dibagi 24
Range = 32
Broadcast submask = 255.255.224.224
198.0.0.1 à subnet zero
198.0.0.33
198.0.0.65
Maka kelipatan 32 yang akan jadi patokan pemecahan untuk subnet-subnet karena rangenya 32.


III. 2n-2

Rumus:

Subnet = 2x-2
x : jumlah bit 1.
Host = 2y-2
y : jumlah bit 0


subnetmask yang bias digunakan untuk melakukan perhitungan subnetting



Contoh Kasus:

Subnetting apa yang terjadi pada sebuah network address 192.168.1.0/26?

Analisa : 192.168.1.0 berarti kelas C dengan submask /26 berarti:

11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192). Perhitungan : Pertanyaan akan berpusat di 4 hal, Jumlah subnet, Jumlah host per subnet ,
Blok Subnet, Alamat host dan Broadcast yang valid. Selesaikan dengan urutan seperti itu :
1. Jumlah Subnet = 2x , dimana x adalah banyaknya binary 1 pada octet terkhir subnetmask
(2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi jumlah subnet
adalah 22 = 4 subnet.
2. Jumlah Host per Subnet = 2y -2 , dimana y adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya
binary 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host.
3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnetmask) = 64. Subnet berikutnya
adalah 64+64=128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0,64,128,192.
4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid ? Buatlah tabel untuk lebih
jelas! Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka subnet, dan broadcast adalah 1 angka
sebelum subnet berikutnya.
Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah.



«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply